Setelah Memilih Pensiun, Begini Nasib 7 Bintang Film Dewasa Jepang

Setelah Memilih Pensiun, Begini Nasib 7 Bintang Film Dewasa Jepang

Bacaberitaterkini.com: Setelah Memilih Pensiun, Begini Nasib 7 Bintang Film Dewasa Jepang - Industri film dewasa Jepang alias Japanese Adult Video (JAV) memang terbilang sangat populer. Tak hanya di Negeri Sakura, kepopuleran film-film panas ala JAV juga terkenal hingga ke negara-negara lain, termasuk di Indonesia.

Produksi film JAV sendiri memang terbilang cukup besar. Bahkan, mereka bisa menghasilkan puluhan hingga ratusan film panas dalam satu tahun.

Kepopuleran industri JAV inipun turut mendongkrak popularitas sejumlah bintang filmnya.
Cukup banyak artis film dewasa Jepang yang namanya melambung dan tenar di dunia, khususnya di kalangan penggemar film JAV, termasuk pula di Indonesia.

Namun tak semua artis JAV tersebut meneruskan karirnya di industri ini. Beberapa di antaranya memutuskan pensiun dan insaf dari dunia film dewasa, dana meneruskan karir di bidang lain.
Berikut adalah beberapa artis film dewasa Jepang yang memilih mengakhiri karirnya alias pensiun dari dunia film panas tersebut.

1. Maria OzawaMaria Ozawa alias Miyabi
Maria OzawaMaria Ozawa alias Miyabi

Siapa tak kenal dengan artis yang satu ini, khususnya bagi para pria penggemar film dewasa Jepang.
Perempuan blasteran Jepang-Kanada ini memang tak salah bila disebut salah satu 'Ratu'-nya JAV.

Maria Ozawa yang lebih dikenal dengan nama tenar Miyabi telah memulai karir dan terjun di dunia film panas sejak dirinya berusia 17 tahun.
Puluhan judul film dewasa telah ia bintangi selama menekuni karirnya di industri JAV, yang sekaligus melambungkan namanya.
Namun sejak tahun 2010, wanita yang pernah bermain di salah satu film komedi Indonesia ini memutuskan untuk fokus dalam dunia akting dan hiburan mainstream, dan meninggalkan dunia film dewasa.

Sejak 2015 Maria Ozawa pindah ke Filipina dan melanjutkan karirnya sebagai entertainer di sana. Tampil di berbagai acara TV, film dan siaran radio Filipina sudah menjadi rutinitas barunya.
Ia bahkan sudah menemukan tambatan hatinya lho, seorang pria filipina tampan, Jose Sarasola.

2. Yui Hatano
Yui Hatano

Perempuan kelahiran 24 Mei 1988 ini juga tergolong populer di dunia film dewasa Jepang.
Sudah ada puluhan judul film dewasa yang dihasilkan oleh Yui Hatano selama perempuan asal Kyoto ini bergelut di industri JAV.
Paras ayu dan bodi yahud Yui Hatano memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemarnya, khususnya kaum Adam.
Setelah memutuskan pensiun dari dunia film panas, pamor wanita kelahiran 1988 ini bukannya redup, namun malah makin populer di Taiwan.

Pada 2015 ia malah terpilih menjadi wajah yang mewakili kartu pembayaran transportasi publik di Taiwan.

3. Ai Uehara
Ai Uehara


Ai Uehara memutuskan pensiun dari industri film dewasa Jepang justru saat namanya melambung dan berada di puncak karir, yakni pada Mei 2016.

Sejumlah film panas telah ia bintangi dan menancapkan namanya sebagai artis yang cukup diperhitungkan di industri JAV.
Penggemarnya pun terbilang cukup banyak dan mayoritas didominasi oleh kalangan pria.

Ia juga merupakan anggota dari idol grup Ebisu Muscat, girlband yang beranggotakan bintang film dewasa.
Saat ia secara resmi memutuskan pensiun dari industri JAV, digelar sebuah pertunjukan khusus bersama sejumlah rekan bintang dewasa lain yang dihadiri oleh para fans.

4. Tina Yuzuki
Tina Yuzuki

Perempuan berparas imut ini juga dikenal dengan nama lain, yakni Rio, dalam industri film dewasa Jepang.

Cukup banyak judul film panas yang ia bintangi selama menjalani karir di dunia film panas ini.

Ia juga terbilang sebagai seorang bintang paling bersinar dalam dunia film dewasa Jepang.
Cewek berdarah Portugis-Jepang ini memang nggak hanya jago pamer aurat, aktingnya juga diakui.
Sejak 2010, dia sudah mendapat kesempatan untuk beradu peran dengan selebritis papan Jepang semisal Tomoya Nagase dan Ikuta Toma di drama Unubore Deka.

Dari situ perlahan-lahan tawaran untuk bermain di drama dan film mainstream makin banyak.
Sejak Januari, 2016 Tina Yuzuki memutuskan pensiun total dari industri yang membesarkan namanya dan fokus sebagai aktris profesional.

5. Yuma Asami
Yuma Asami

Didiagnosis menderita kanker rahim pada 2013 menjadi salah satu alasan Yuma Asami untuk berhenti total dari dunia film dewasa Jepang.

Sebelumnya, Yuma Asami merupakan aktris film dewasa yang paling disegani dalam dunia JAV.
Yuma Asami terpaksa melalui operasi dan perawatan kemoterapi demi bisa sembuh dari kanker stadium 3 yang dideritanya.

Akhirnya setelah sembuh, Yuma Asami mengungkapkan keinginannya untuk meneruskan karir sebagai penyanyi dan menulis biografi.

Ia meninggalkan dunia film dewasa dan menjadi aktivis kanker di sela kesibukannya sebagai penyanyi.

6. Sora Aoi
Sora Aoi

Nama yang satu ini sempat menjadi salah satu ikon populer fim dewasa Jepang.

Namanya memang saat diperhitungkan dan tenar selama menjalani karir di industri JAV.

Paras ayu nan kalem menjadi salah satu daya tarik Sora Aoi saat berakting panas di film-film yang dibintanginya.

Sora Aoi pun menjadi salah satu nama besar dari industri JAV yang cukup dikenal luas di Indonesia.
Wanita asal Tokyo ini memutuskan pensiun dari JAV sejak 2008, dan ia akhirnya merambah dunia akting dalam film dan drama non pornografi yang akhirnya terus digelutinya.

Popularitasnya sebagai selebritis semakin menanjak di luar negeri, terutama di negeri tirai bambu, di mana Sora Aoi sering diundang sebagai model dan bintang iklan atau dalam berbagai pertunjukan.

7. Yua Aida
Yua Aida

Nama Yua Aida juga cukup tenar di kalangan penggemar internasional.

Saking keren aktingnya, Yua Aida pernah memenangkan penghargaan AV Actress Gran Prix (semacam Oscar untuk industri film dewasa).

Pada Juli, 2007 Yua Aida mengumumkan bahwa ia tak akan lagi bermain dalam JAV.

Namun, ia masih terus menjadi model dan juga merilis video non-pornografi untuk para fansnya. (*/tribunjogja)
Klik Untuk baca berita selanjutnya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Setelah Memilih Pensiun, Begini Nasib 7 Bintang Film Dewasa Jepang"

Posting Komentar