Kisah Memilukan! Ibu ini Gendong Jenazah Anaknya Pakai Angkot Karena Rumah Sakit Tak Sediakan Ambulance

Kisah Memilukan! Ibu ini Gendong Jenazah Anaknya Pakai Angkot Karena Rumah Sakit Tak Sediakan Ambulance

Bacaberitaterkini.com: Kisah Memilukan! Ibu ini Gendong Jenazah Anaknya Pakai Angkot Karena Rumah Sakit Tak Sediakan Ambulance - Hanya karena adminstrasi belum selesai, Sampai Tega kau telantarkan jenazah anakku yang masih kecil ini!

Itulah yang dialami oleh ibu ini, ibu ini kecewa kepada pihak rumah sakit karena jenazah anaknya tidak diantarkan pulang oleh pihal rumah sakit dengan ambulance hanya gara-gara adsministrasinya belum selesai. Hingga akhirnya ibu ini membawa jenazah anaknya naik angkot sampai rumah.

Sebagaimana di kutip dari tribunews, ibu yang bernama Delvasari itu menggendong bayinya yang baru meninggal dari RSUD Abdul Moeluk Lampung karena tidak memiliki uang untuk membayar ambulan.

Saleh mengatakan seharusnya seluruh rumah sakit sakit bila mendapatkan kasus seperti itu diberi kelonggaran.

"Tidak bisa dipukul rata semua orang," kata Saleh melalui pesan singkat, Kamis (21/9/2017). 

Saleh mengaku prihatin kejadian yang menimpa Delvasari kembali terulang. Ia melihat persoalan uang masih sangat dominan dalam pelayanan sosial dan kesehatan. Akibatnya, mereka yang tidak mampu selalu saja mengalami perlakuan yang memilukan hati dan perasaan.


"Masih segar diingatan kita kasus yang sama terjadi di Bengkulu. Mestinya kejadian itu tidak perlu terjadi lagi jika semua pihak memperhatikan aspek kemanusiaan dalam pelayanan sosial dan kesehatan," ujar Politikus PAN itu.

Saleh meminta Kementerian Kesehatan menelusuri masalah ini. Dimana, perlu dibuat aturan yang lebih baik terkait dengan kasus-kasus seperti ini.

Semestinya, kata Saleh, ada pengecualian terkait pembiayaan bagi mereka yang betul-betul tidak mampu.

Apalagi, mereka baru saja kehilangan besar dan tentu sangat sedih dan berduka.

Di lain pihak,kata Saleh BPJS kesehatan perlu memperhatikan masalah pelayanan seperti ini. Meskipun sampai hari ini BPJS Kesehatan mansih mengalami defisit, bukan berarti persoalan seperti ini dilupakan. Apalagi defisit BPJS Kesehatan selalu ditutupi oleh pemerintah.

"Ini yang membuat sebagian kalangan tidak begitu yakin dengan pelayanan BPJS. Faktanya, memang masih banyak hal yang belum dicover oleh BPJS," kata Saleh.

Saleh mendesak kelemahan-kelamahan BPJS Kesehatan harus diperbaiki. Secara perlahan, jika dilakukan secara terarah dan kontinu, BPJS diyakini akan mampu berbuat lebih banyak lagi.

"Kalau didiamkan atau malah seakan tidak ada masalah, dikhawatirkan BPJS kesehatan akan kehilangan kontekstualisasinya," kata Saleh.

Sebelumnya diberitakan, Si ibu sambil terus menangis menceritakan kepada pengunggah foto admin seputar_lampung pada Rabu sore (20/9/2017) bahwa dia tidak mendapat pelayanan mobil ambulans dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeloek Provinsi Lampung.

Tidak banyak yang dijelaskan oleh admin tentang perihal bagaimana ibu tersebut membawa pulang jenazah bayinya yang baru umur sebulan itu.

Sang ibu yang belakangan diketahui bernama Delvasari menceritakan, anaknya meninggal setelah menjalani operasi di RSUD Abdoel Moeloek Lampung dengan menggunakan BPJS. Namun ketika ia meminta jenazah dibawa dengan ambulans, pihak rumah sakit disebut tak bersedia.

Sementara itu, Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung membantah pihaknya tidak memfasilitasi pengantaran jenazah ke rumah duka.

Direktur Pelayanan RSUDAM Lampung, dr Pad Dilangga mengatakan, pihaknya sudah menyediakan satu unit ambulans untuk mengantar bayi Delvasari ke kampung asal Gedung Nyapah, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara. Namun karena sedikit masalah administrasi yang belum selesai dan pihak keluarga tidak sabar, lalu meninggalkan ambulans dan memilih naik angkutan umum.

"Sesuai standar operasional prosedur (SOP), setiap pasien meninggal disediakan ambulans untuk mengantar ke rumah duka," kata Pad lewat rilisnya, Kamis (21/9/2017). Masalah administrasi tersebut, kata Pad, karena petugas ambulans menemukan data tidak pas lalu memanggil orangtua jenazah untuk minta waktu menyelesaikan masalah tersebut.

"Siapa pun yang harus pulang dari RSUD AM harus tertib administrasi. Mungkin keluarga kurang sabar menunggu," jelas Pad Dilangga.
Klik Untuk baca berita selanjutnya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Memilukan! Ibu ini Gendong Jenazah Anaknya Pakai Angkot Karena Rumah Sakit Tak Sediakan Ambulance"

Posting Komentar